Mari Kita Mulai Dengan Perbuatan-perbuatan Kecil yang Nyata
November 20, 2008 at 2:52 pm | In Panorama | No CommentsSumber: TOBAlover
Tulisan ini diangkat seutuhnya dari TOBAlover salah satu group member di Face Book.
Terima kasih karena Anda semua sudah menyatakan diri sebagai tobalover, pecinta Danau Toba. Tentunya, kita semua bukanlah pecinta yang pasif, yang hanya bisa melamun dan berangan-angan. Cinta harus dieskpresikan dan diatualisasikan bukan ?
Sampai saat ini member group TOBAlover sudah mencapai 680 orang. Cukup banyak, mengingat group ini baru berumur sepekan. Namun, rasanya jumlah itu masih terlalu kecil, jika mengingat betapa populernya danau itu sampai ke seluruh dunia.
Kami selaku admin sangat mengharapkan peran aktif semua tobalover. Mulai dari yang paling ringan yaitu mengundang teman-teman untuk bergabung ke group ini, sampai kontribusi yang lebih serius yaitu memposting koleksi foto/video Anda ketika berada di Danau Toba dan sekitarnya.
Meningkat lebih serius lagi, para tobalover bisa berbagi tips/info mengenai transportasi ke danau itu, mengenai view yang Anda anggap paling bagus, spot-spot yang paling menarik untuk hunting foto, restoran/rumah makan yang baik, hotel/penginapan yang bagus, souvenir yang unik, dan banyak lagi. Mungkin banyak di antara kita yang belum menyadari betapa berharganya tips/info semacam itu, bahkan bisa menjadi faktor pendorong sesama tobalover untuk mengunjungi danau yang elok itu.
Alangkah baiknya jika Anda mengajukan usul-usul mengenai postingan atau kegiatan offline untuk kita lakukan bersama. Sejauh ini sudah ada dua usulan dari sahabat-sahabat kita, yaitu agar TOBAlover menyelenggarakan lomba foto Danau Toba khusus buat member group ini, dan mengadakan pertemuan
alias kopi darat. Terhadap semua usulan yang masuk, admin akan melontarkan kembali kepada semua member, dan berdasarkan respon yang masuk serta kesanggupan kita, usulan-usulan Anda bisa saja langsung dijadikan agenda TOBAlover.
Bicara mengenai agenda TOBAlover, sampai saat ini masih tahap menampung masukan-masukan sambil mempelajari peluang-peluang yang ada dan mencoba menetapkan prioritas-prioritas. Namun, secara garis besar, tujuan seluruh aktivitas group ini adalah untuk meningkatkan informasi, pengetahuan, wawasan, dan apresiasi kita mengenai Danau Toba; yang diharapkan bakal meningkatkan kecintaan kita semua terhadap danau volcano itu.
Perlukah kita mengadakan diskusi-diskusi atau seminar-seminar untuk membahas upaya-upaya penyelamatan Danau Toba, yang saat ini sudah tercemar dan industri pariwisatanya sekarat ? Rasanya sih tidak perlu, tapi bukan menutup kemungkinan ke arah itu. Kenapa ? Karena tujuan forum pecinta Danau Toba ini adalah menghimpun individu-individu menjadi sebuah kekuatan Civil Society yang sepenuhnya independen, dan selanjutnya secara swadaya melakukan perbuatan-perbuatan kecil yang nyata, misalnya menghimpun, menyaring dan mendistribusikan informasi-informasi yang bermanfaat untuk pengetahuan, dan sekaligus sebagai panduan bagi member yang berminat ke Danau Toba.
Kenapa hanya buat member ? Karena kita ingin menggapai tujuan besar dengan langkah-langkah kecil yang konkret. Lagipula, jika member group ini makin bertambah, sebutlah angka yang paling muluk 1.000.000 member, itu lebih bermanfaat nyata daripada mengadakan ribuan kali diskusi/seminar “Selamatkan Danau Toba” yang sudah menjadi semacam ritual semu sejak 30 tahun yang silam.
Mari kembali menginjak bumi, katakanlah dalam beberapa bulan ke depan member TOBAlover mencapai angka 5.000; lalu kita adakan aksi nyata penanaman pohon di tepi Danau Toba; artinya kan bakal ada 5.000 batang pohon yang baru.
Bukankah itu lebih bermanfaat daripada mengadakan diskusi/seminar, lalu mengulangi kesia-siaan yang sama, yaitu kegagalan membentuk pressure grop yang kuat untuk memaksa pemerintah memprioritaskan penyelamatan Danau Toba. Selama ini hasil-hasil seminar itu hanya menjadi sampah, dan orang-orang yang tulus serta rela berkorban demi Danau Toba akhirnya patah semangat, jenuh, dan berbalik menjadi apatis.
Pendek kata, jika kita semua bersatu, bergandengan tangan dengan mesra sebagai sesama tobalover, potensi kita sebagai gerakan masyarakat sebenarnya sangat tidak terbatas. Jangankan pemulihan fisik Danau Toba yang tercemar dan menderita deforestasi (pembabatan hutan), bahkan social engineering yang akan mengharmoniskan ekonomi penduduk dengan pelestarian Danau Toba bukanlah sesuatu yang mustahil untuk kita kerjakan, termasuk penciptaan narasi-narasi baru yang akan memudahkan orang di seluruh dunia mengenal, mengingat dan mengidamkan danau yang kita cintai itu.
Bagaimana pendapat Anda ?
Danau Toba Festival diundur
June 13, 2008 at 4:55 pm | In Panorama | No Comments
Sungguh sial rasanya, satu rencana yang sudah direncanakan dengan baik mendadak dirusak oleh sesuatu yang tidak terduga.
Visit Indonesia Year telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu, dan salah satu program kunjungan wisata tersebut adalah Danau Toba Festival atau yang lazim disebut Pesta Danau Toba yang sesuai informasi yang saya dapatkan, program ini akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni 2008. Berkenaan dengan kegiatan ini sudah lama tidak dilaksanakan, maka keinginan untuk berwisata kesanapun timbul tak terbendung.
Lalu jauh jauh hari rencanapun disusun, meliputi liburan sekolah anak-anak bagaimana, apakah cuti dari kantor dapat diperoleh, dan yang lebih penting lagi apakah tabungan mencukupi. Nah, semua itu telah dipersiapkan dengan baik, dan beberapa hari yang lalu tiket keberangkatanpun sudah dibeli untuk akhir minggu ini. Eeeh……, tau tau pagi ini, saya dengar di Radio bahwa Pesta Danau Toba dimaksud ditunda sampai pertengahan bulan July 2008.
Petugas Parwisata atau panitia”?” (tidak jelas saya dengar) yang diwawancarai wartawan radio tersebut dengan gamblang meminta kepada si wartawan agar hal-hal seperti ini tidak usah dibahas, sebab hal ini hanyalah permasalahan yang tak perlu diperdebatkan dan menurut dia lebih baik membahas keberhasilan program-program Visit Indonesia Year yang lain yang sudah menggapai sukses. Saya percaya si wartawan mempertanyakannya karena pasti ada orang yang dirugikan akibat ditundanya pelaksanaan program ini, sebab tidak pernah ada informasi sebelumnya mengenai penundaan Festival ini, walaupun si Bapak tadi mengatakan bahwa informasi penundaannya sudah dilakukan. Tapi hal ini terbantahkan oleh beberapa assosiasi yang berkaitan dengan wisata menyangkal hal tersebut.
Seperti inilah hasil pekerjaan orang orang kita, yang masih jauh dari professionalisme, kapan majunya?
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

















