Dikotomi

November 1, 2007 at 11:05 am | In Politic |

Kebanyakan dari kita sangat suka berpolemik, salah satu polemik yang berkembang sangat subur di masyarakat  dan saya sendiri sudah terjerembab didalamnya adalah masalah dikotomi.

Pada awal reformasi, hembusan dikotomi militer dan sipil sangat kencang, dan sangat menguat di masyarakat, walaupun sedikit demi sedikit mulai meredup dengan terpilihnya presiden kita yang sekarang ini.

Sekarang muncul lagi dikotomi “Tua versus Muda” untuk mengisi kepemimpinan atau calon presiden dalam pemilu yang akan datang ini, dimana yang Muda menuduh yang tua sudah membosankan, kreativitas rendah, dan tidak akan ada perobahan baru yang akan membawa bangsa ini kearah yang lebih maju.

Sementara yang Tua masih kuat mempertahankan kemapanan mereka yang cenderung menganggap yang muda belum cukup punya pengalaman dan kemampuan untuk memimpin Negara ini, yang masih diselimuti berbagai persoalan yang sangat pelik.

Inilah kondisi riel yang kita hadapi sekarang, namun sebenarnya munculnya dikotomi ini bersumber dari rasa ketidak puasan masyarakat terhadap pemimpinnya yang sampai sekarang belum berhasil memecahkan persoalan bangsa yang kian rumit. Kemiskinan makin bertambah, korupsi meraja lela, hukum masih milik segelintir orang yang mampu, dan banyak lagi persoalan. Belum lagi menghadapi alam yang lagi murka terhadap negeri ini, dimana bencana datang terus menerus seolah olah tidak akan berhenti.

Saya hanya dapat berdoa, semoga negeri ini memperoleh kekuatan menghadapi semua persoalan yang ada.

No Comments yet »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

XHTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.