Malasia…………Ganyang???
October 19, 2007 at 6:38 pm | In Bloger wrote |Rasanya ingin berteriak seperti yang dulu diteriakkan Rakyat Indonesia “GANYANG MALASIA”, sudah terlalu banyak dosa dosa yang mereka perbuat terhadap bangsa ini. Masih segar diingatan, mereka mengambil Sipadan-Ligitan, penganiayaan pekerja perkerja Indonesia, “menghambakan” (dengan segala macam istilah mereka), menyiksa salah satu pelatih olahraga Indonesia (baru minta maaf setelah ada desakan keras dari Rakyat Indonesia), dan masih banyak lagi saya kira perlakuan yang tidak menyenangkan. Oh iya ada juga yang menyebalkan ketika dengan sombongnya ASTRO (menurut saya identik dengan Malasia) merampas siaran gratis untuk rayat penggemar Bola.
Tapi sedikitnya terobati dengan munculnya Anwar Ibrahim dalam acara Kick Andy kemarin malam (18/10/2007), walau saya tahu pasti beliau hanya menarik simpati Rakyat Indonesia dalam perjuangan politiknya. Okelah, paling tidak ada informasi penyeimbang dari seorang Anwar Ibrahim, salut….
hai Malaysia, kiranya anda dapat berpandangan sama dengan Anwan Ibrahim, bahwa Indonesia itu adalah tetangga anda yang dulu pernah membantu anda juga, hargai otoritas kami, hargai pekerja pekerja kami yang ada disana, atau kami berteriak lagi……………….. “GANYANG MALASIA”
12 Comments »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.



















yang terbaru bang…di sweeping nya rumah-rumah kost oleh aparat kepolisian diraja malaysia…apa nggak keterlaluan tuh ???? emang nya pengedar narkoba apa…pake di sweeping segala…
Comment by azer — October 19, 2007 #
Kenapa ya……, adem adem ajeh tuh bos kita, ‘ga reaktif gitu.
Comment by Bachtiar — October 20, 2007 #
@azer: hm… di Bandung dan Jakarta juga sering kok ada sweeping kos-kosan buat nyari penduduk tanpa KTP. Ga usah sensi gitu deh
Comment by Oskar Syahbana — October 20, 2007 #
@Dear Oscar,
Penghuni padepokan juga ya, agak bingung nih Bos!
Comment by Bachtiar — October 21, 2007 #
Hem… serem banget ah pakai ganyang-ganyangan.
Comment by dewo — October 24, 2007 #
@Dear Dewo,
Ganyangnya pan tanda tanya, kalo tanda tanya nya ‘ga ada baru serem, he heee
Comment by Bachtiar — October 24, 2007 #
wahhh Pak, soal si bejat bukan hanya di malaysia aja di indonesia juga ada, tp barangkali yang di malaysia lebih kelihatan hihihi…
sebagai bangsa serumpun sulit rasanya membayangkan saling bunuh, mending kita tuntut aja ketegasan pejabat kita, dulu waktu “eyang” berkuasa mereka tidak “seberani” sekarang ada apa ya ???
Comment by Ferry ZK — October 25, 2007 #
@Dear Pak Ferry,
Setuju!!!!, eh btw “eyang” siapa ntuh..
Comment by Bachtiar — October 25, 2007 #
gw sebagai orang indonesia tersinggung ,mang malasia gak bisa nyiptain sendiri apa kebudyaannya.bisanya maling budaya bangsa lain.setelah pulau di maling sekaranbg budaya abis itu apa lagi sekali maling tetap maling…….hajar malasia
Comment by norman — October 25, 2007 #
@Dear Norman,
Angklung maksudnya?
Comment by Bachtiar — October 25, 2007 #
he.. he.. maksute eyang harto Pak…
Comment by Ferry ZK — October 26, 2007 #
@Dear Pak Ferry, ‘tul juga ya.., ‘ga ada yang berkutik memang zaman itu, apa kita cal……,ups
@Dear Norman, Ada tau ‘ga mengenai buku “forty night in europ”!, katanya bukunya tentang usaha pementasan angklung anak2 Bandung di Eropa sana untuk menunjukkan bahwa itu kebudayaan Indonesia, yg diaku aku Malay sebagai kebudayaannya.
Comment by Bachtiar — October 26, 2007 #